Tampilkan postingan dengan label Tips Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menarik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2016

Menunggu Itu Menyenangkan: Agar Menunggu Tak Hanya Sekedar Menghabiskan Waktu #2

Nah, saya lanjutkan ya.. yang baru baca tulisan ini, baca dulu tulisan sebelumnya ya, di sini.

Okay, lanjut.

Kedua, pencerahan yang saya dapatkan adalah SANTAI SAJA! JANGAN TAKUT.
Usia yang tidak bisa di-rem pertambahannya membuat kegelisahan tersendiri dalam jiwa dan membuat saya semakin tidak ada kerjaan pandai menghitung waktu. Ada semburat rasa ketakutan yang tercipta, bukan hanya menyoal waktu saja sebenarnya, tapi ketakutan lainnya yang serupa. Apa kamu merasakannya juga?

Sampai akhirnya saya teringat bahwa Allaah sudah menetapkan rezeki, azal, amal serta nasib baik dan buruk dari seorang hamba semenjak ia berada dalam kandungan ibunya. Dalam usia 120 hari kehidupannya di alam rahim ibunya. Ya, jodoh adalah bagian dari rezeki kita. Sebagaimana rezeki, kedatangannya sudah pasti dan setiap orang sudah memiliki jatahnya sendiri-sendiri, tidak akan pernah menjadi milik orang lain apa yang sudah Allaah rezekikan kepada kita.

Jadi, tenang saja, jangan takut rezeki—jodoh kita dipatok tetangga #eh. Santai saja, semua akan dipertemukan-Nya tepat pada waktunya.

keep calm and moving forward

Ketiga, pencerahan yang saya dapatkan adalah adalah LAKUKAN HAL-HAL PRODUKTIF.
Ya, saya tahu menunggu memang bisa membuat kita se-galau itu, sampai-sampai kita lupa mau berbuat apa selain pasang status galau di medsos. Iya, dulu saya suka gitu deh, bingung sendiri gitu mau ngapain. Huhu.

Hingga akhirnya saya mulai mencari-cari ide untuk mengalihkan perhatian saya. Ceritanya waktu itu saya sedang menunggu kepastian dari seseorang. Uhuk. Waktu itu, saya ada kekhawatiran tidak dapat menjadi menantu yang baik, tidak dapat diterima dengan baik oleh keluarganya. Hehe. Sudah ketakutan pleus ke-ge-er-an duluan, ya? *tutup muka* Etapi karena saya sadar diri juga sih, soalnya saya menyadari bahwa skill hidup yang saya miliki masih cetek sekali. Waktu itu, saya kepikirannya untuk kursus masak dan kursus menjahit. Ya, walaupun belum sempat saya lakukan sih, karena saya keburu pindah dan kabarnya kata guru ngaji saya, proses saya dengan dirinya belum dapat dilanjutkan karena keluarganya yang memberi restu untuk menikah dalam waktu dekat. Tuh kan! *pukpukin diri sendiri* Hehe. It's okay, tidak apa-apa, tandanya ia bukan rezeki saya.

Nah, dengan melakukan hal-hal yang produktif inilah, selain waktu menunggu kita menjadi lebih menyenangkan, kita juga mendapatkan keuntungan: berupa keterampilan hidup untuk masa depan. Asyik, bukan? :)

Keempat, pencerahan yang saya dapat adalah AMANKAN AKHIR PEKANMU.
Ya, di sana ada yang namanya malam minggu yang entah kenapa disebut malam yang panjang. Ada yang tahu kenapa? Hmmm. Sependek pengamatan saya, kalau malam minggu tiba, mendadak jadi banyak pengemis cinta di beranda media sosial saya. Kata-kata saya jahat ya? Biarin, abisnya waktu itu saya suka KZL. Ingin rasanya bilang ke mereka, biarpun memang masih menunggu please atuhlah jangan sampai seperti itu, tetap jaga harga dirimu. Tapi, ya, saya tidak bisa berlaku seperti itu juga karena mau update apapun itu kan hak mereka.

Dari sana saya selalu menghindari untuk aktif di media sosial apalagi kalau malam minggu begitu. Karena saya tahu, kalau kita terus 'dijejali' status-status begitu, pikiran kita bisa ter-influence juga lama-lama. Mulailah saya mencoba mengamankan akhir pekan saya. Selain dengan mulai bijak dalam bersosial media. Akhir pekanpun harus terisi dengan aktivitas lainnya agar semua aman terkendali. Waktu itu saya gunakan akhir pekan saya untuk pengajian dan berencana untuk membina anak jalanan juga, sudah sempat bicara sama teman yang berkiprah di sana juga, namun Qadarullaah belum terlaksana. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya keburu pindahan. Nah, kalau kamu mau mengamankan akhir pekanmu seperti apa? :)

Terakhir, pencerahan yang saya dapatkan dan merupakan yang paling ampuh adalah JAGA INTERAKSIMU DENGAN ALLAAH SWT.
Ya, selain harus menjaga interaksi dengan lawan jenis, kita juga harus menjaga interaksi kita dengan Sang Pencipta. Karena apa? Karena kamu tahu sendiri lah ya, dalam menunggu itu banyak sekali ujian dan cobaan, iya kan? Dari mulai banyak yang pe-de-ka-te lah, yang tepe-tepe cuma pe-ha-pe lah, mulai banyak yang perhatian dengan nanya ka-pan-ni-kah lah dan lain sebagainya dan lain sebagainya.

Nah, kondisi itu sangat bahaya bagi jiwa yang rapuh karena terlalu lama menunggunya #eeaak #lebay. Kita harus memiliki sandaran yang kokoh untuk berlabuh, memiliki tempat untuk menumpahkan segala keluh.  Dan Allaah SWT adalah sebaik-baiknya sandaran itu, tempat itu. Cukuplah Allaah SWT yang mengetahui jerit suara hati segala kondisi kita dan berharaplah selalu pada-Nya agar menunjukkan yang terbaik bagi kita. Dengan terjaganya interaksi kita dengan-Nya, in syaa Allaah, semua akan lebih ringan dan hari-hari kita berjalan dengan riang gembira, tentunya waktu kita tidak habis percuma.

Sudah, mungkin cukup itu saja yang dapat saya bagi. Mudah-mudahan dapat menginspirasi.

Baca juga : Menunggu Reda

Oiya, jangan lupa untuk banyak melangitkan do'a pada-Nya ya, bermunajat pada Allaah SWT di sepertiga malam, minta agar Ia menunjukkan jalannya, karena bisa jadi sebetulnya ia sudah dalam perjalanan mengikhtiarkanmu tapi kesasar melulu dalam usahanya menemukanmu. Hehe.

Semoga sederhana.

˙˙˙
Menunggu hanyalah soal bagaimana kita mempolitisasi waktu.

Siapkah kamu untuk menunggu dengan lebih menyenangkan dan tak sekedar menghabiskan waktu dengan caramu? :)

—esn—

Rabu, 19 Oktober 2016

Menjadi Mahasiswa Berprestasi Sekaligus Aktivis Kampus yang Syumul

Hai. Hai. Apa kabar? Saya kembali lagi, gak sabar ingin berbagi bersamamu lagi nih, habisnya kamu ngangenin sih. #eeaak. Saya tak ingin banyak prolog lah untuk kali ini mah mau langsung saja, nanti kamu juga tidak usah banyak galau ya langsung eksekusi aja. Okay? :)

Well, judul postingannya kurang menjanjikan apa coba? Hihi. Menjadi mahasiswa berprestasi sekaligus Aktivis kampus yang syumul. Kenapa ada kata sekaligus? Karena sependek pengetahuan saya, sekarang ini, keduanya masih ibarat kutub yang berlawanan, setidaknya begitu pandangan orang-orang kebanyakan. Citra mahasiswa berprestasi itu citra mahasiswa yang rajin, akademik oriented dan cepat lulus. Sementara citra aktivis itu citra mahasiswa yang bebas, organisasi oriented dan lama lulusnya. Tapi sikap saya jelas, saya menolak citra tersebut. Penolak saya pernah saya pos di sini.

Baiklah, meskipun judul postingan ini seolah-olah terlihat begitu menjanjikan, tapi, please jangan terlalu berekspektasi tinggi bahwa setelah baca postingan ini kamu langsung aja gitu menjadi seperti judul tulisan ini, karena itu tidak mungkin terjadi, dear. Ya iyalah. Tulisan ini akan menjadi tidak berarti apa-apa tanpa aksi nyata yang kamu lakukan setelah membacanya. Jadi, ya, semua akan tetap tergantung padamu. Da aku mah apa atuh, hanya ingin berbagi dengan seluruh keterbatasan yang saya miliki, syukur-syukur kalau bisa menginspirasi. #azeek.

peran yang pernah terekam mata kamera

Nah, sebelumnya kita samakan persepsi dulu yuk, yang saya maksud dengan mahasiswa berprestasi dan aktivis kampus yang syumul itu apa sih? Check it out!

MAHASISWA BERPRESTASI a.k.a MAPRES a.k.a MAWAPRES adalah Mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan non akademik dan terpilih secara berjenjang di mulai dari tingkat jurusan, fakultas, universitas hingga nasional.

Catatan ya keyword-nya: prestasi, akademik, non akademik, berjenjang. Dan, dalam konteks tulisan saya ini selain pengertian mahasiswa berprestasi seperti di atas, saya mau nambahanin kriteria dengan: lulus tepat waktu dan menjadi lulusan terbaik. Udah itu saja, nggak banyak-banyak yeee orang itu juga udah kebanyakan kalii. Hehe.

AKTIVIS KAMPUS YANG SYUMUL
Aktivis kampus itu maksudnya adalah mahasiswa yang tidak hanya aktif kuliah saja, tapi aktif berorganisasi juga. Sementara Syumul artinya menyeluruh, tidak hanya terbatas pada satu aspek atau ranah saja.

Jadi, dapat dikatakan bahwa aktivis kampus yang syumul itu adalah aktivis yang segala bisa. Kapasitasnya oke punya. Mau ditempatin dalam ranah apa saja siap sedia. Ditempatkan di lembaga pengkajian dan penelitian (ranah-ranah keilmiahan) bersedia. Dipercaya jadi pimpinan lembaga dakwah kampus (ranah-ranah keagamaan) ayo. Atau 'dipaksa' ngurusin mahasiwa di BEM (ranah-ranah perpolitikan) jalan. Dimanapun ia dibutuhkan, ia siap pasang badan, dan tentunya memiliki kemampuan.

Nah, sudah sama kan ya sekarang persepsi kita? Sekarang kita coba urai satu per satu ya, kiat-kiat untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi dan Aktivis Kampus yang Syumul itu apa saja sih? Check it out!

1. Milikilah Jiwa Kepemimpinan yang Baik.
Ya, setiap kita adalah pemimpin. Potensi menjadi pemimpin telah melekat di dalam diri kita. Kita hanya perlu mengasahnya dan untuk mengasahnya tidak cukup hanya dengan teori saja, melainkan perlu praktek langsung di lapangan. Sehingga, saya sarankan, mulai dari sekarang kamu harus mulai aktif memimpin, ya, minimal mulai dari memimpin diri sendiri, mendisiplinkan diri. Seseorang yang mampu memimpin dirinya, in syaa Allaah, akan dapat memimpin yang lain. Jadilah pelopor, bukan pengekor.

2. Milikilah Keterampilan Literasi yang Baik.
Sudah tahu kan kalau langkah awal mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi itu bermula dari tulisan? Jika belum, sekarang saya beritahukan bahwa dari makalah hasil penelitian lah cerita itu bermula. Sehingga memiliki keterampian literasi (membaca, membuat tulisan, mengakses informasi dan melakukan penelitian) menjadi suatu keharusan. Sama halnya dengan aktivis kampus, karena nanti kita akan dihadapkan untuk melakukan kajian dan membuat tulisan, entah surat-menyurat, pengumuman atau bahkan pernyataan sikap organisasi. Sehingga keterampilan ini betul-betul harus dikuasai. So, mulai belajar menulis a.k.a membuat tulisan dari sekarang ya.

p.s. biasanya menulis akan lebih mudah setelah kita membaca.

3. Milikilah Keterampilan Komunikasi yang Baik.
Presentasi. Ya, langkah selanjutnya setelah kamu mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi—dan tulisanmu terpilih, kamu harus melakukan presentasi di depan para juri. Kamu harus dapat menyampaikan dan menjelaskan secatara jelas dan gamblang mengenai gagasan atau hasil penelitian itu dengan baik. Dengan cara yang baik, dengan gaya bicara yang baik dengan bahasa komunikasi yang baik. Pun sama, ketika menjadi aktivis kampus, memiliki keterampilan komunikasi yang baik adalah keharusan. Karena nanti kamu akan dituntut untuk menyampaikan pendapat, memimpin rapat sampai mensosialisasikan kebijakan-kebijakan organisasi. Maka, mulailah belajar berkomunikasi dengan baik, dengan santun, dengan bahasa yang baik.

4. Milikilah Keterampilan Berbahasa Asing yang Baik.
Ini adalah keterampilan yang harus kamu miliki. Penguasaan terhadap satu atau lebih bahasa asing menjadi nilai lebih dalam pemilihan mahasiswa berprestasi. Dengan keterampilan ini, kamu bisa saja membuat juri terpana hanya dengan melihatmu melakukan presentasi dalam bahasa asing yang fasih dan baik, misalnya. Keterampilan ini juga akan sangat berguna saat kamu menjadi aktivitas kampus, kamu berkesempatan untuk menghadiri kongres atau konferensi internasional sebagai wakil dari organisasimu karena kemampuan berbahasa asingmu oke punya, misalnya. Dan yang lain-lainnya. Intinya, dengan memiliki keterampilan berbahasa asing yang baik, peluang keberhasilanmu akan semakin menaik. Jadi, mulailah belajar bahasa asing sekarang juga. Belajar dengan sungguh-sungguh, ya.

5. Milikilah Prinsip dan Nilai Hidup yang Baik.
Ini sangat penting sekali. Prinsip dan nilai hidup yang kita miliki akan sangat mempengaruhi perihidup kita sehari-hari, perihidup kita sehari-hari akan menjadi kebiasaan diri, kebiasaan inilah yang lama-lama tumbuh menjadi karakter kita. Karakter kita inilah yang akan menentukan bagaimana orang melakukan penilaian terhadap kita. Seorang mahasiswa berprestasi dan aktivis kampus tentulah harus memiliki karakter yang baik. Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus memiliki prinsip dan nilai-nilai hidup yang mengacu pada Al-Qur'an dan Sunnah, dan juga perihidup para shalafush shalih.
Atau, untuk lebih mudahnya, kita dapat melakukan imitasi dengan mencontoh perihidup tokoh idola kita. Muhammad Alfatih, yang terkenal sebagai sebaik-baiknya pimpinan dan pasukannya merupakan sebaik-baik pasukan, misalnya. Atau, Nabi kita tercinta, Muhammad SAW dengan segala kebaikan hidup dan kesempurnaan akhlaknya, atau sahabat lainnya, atau siapa saja yang dapat kita tiru kebaikan prinsip dan nilai-nilai hidupnya. So, untuk point ini kamu bisa mulai dari temukan dan tentukan tokoh idolamu sekarang juga. Baca dan pelajari biografinya dan contohlah segala kebaikan prinsip dan nilai-nilai kehidupannya.

6. Milikilah Keterampilan Unggulan.
Ini mengenai keterampilan khas apa yang kamu miliki, keterampilan unik apa yang kamu kuasai. Sesuatu yang dapat membuat kamu dikenal dengan hal itu dan menjadi identitasmu. Dapat berupa keterampilan-keterampilan hidup yang kamu senangi atau hoby yang kamu gandrungi atau passion atau apapun itu yang bernilai positif.
Dan, satu catatannya: kamu harus betul-betul unggul di sana, mahir, jago, harus betul-betul menguasai. Atau, ya, minimal ketika di-test tidak malu-malu-in lah, levelnya harus lebih dari sekedar suka dan bisa show off.
Kalau belum ada, ya, dari sekarang harus memulai mencoba untuk menemukannya. Tidak harus muluk-muluk koq, yang penting kita memilikinya dan minat kita ada di sana. Seneng ngotak-ngatik corelldraw kemudian lama-lama desain kita dikenal bagus kaya cerita adik ipar saya, misalnya, atau apapun lah. So, kalau belum menemukannya, segera temukan, ya.

7. Milikilah Manajemen Waktu yang Baik.
The last but not least, tentang manajemen waktu. Ini adalah kuncinya. Pengaturan waktu yang baik sangat diperlukan untuk menjalankan roda kehidupan kita, sehingga setiap peran hidup kita bisa berjalan dengan baik. Menjadi Mahasiswa Berprestasi sekaligus Aktivitas Kampus dalam waktu yang bersamaan bukanlah suatu hal yang mustahil apabila kita dapat mengaturnya. Apabila kita memiliki strategi dalam me-menej waktu yang kita miliki. Mulailah dengan mencatat peran diri kemudian buatlah jadwal hidup kita sehari-hari. Temukanlah ritme hidup kita sendiri, kemudian manfaatkanlah setiap waktu yang kita miliki. Jangan lupa untuk mencatatkan target-target apa yang harus kita capai selama menjadi mahasiswa, tentukan juga waktunya, dengan cermat dan penuh perhitungan, ya. Ingat, kita masih ada tanggungan juga: harus lulus tepat waktu dan usahakan jadi lulusan terbaik juga, ya.


Baca juga : Semakin Sibuk Kamu, Semakin Efektif Waktumu



Semoga sederhana.

˙˙˙
Oiya, untuk memberi kontribusi di(organisasi)mana saja, tentu kita tidak dapat ujug-ujug ada di sana begitu saja, kita harus tetap mengikuti alur kaderisasinya. Mengikuti kaderisasi dari organisasi dengan ranah yang berbeda membuat pengalaman kita menjadi kaya. Semakin banyak kontribusi yang kita beri, semakin banyak bekal kita untuk masa depan nanti.

—esn—

Selasa, 18 Oktober 2016

Ujian Perasaan: Ketika Virus Berwarna Merah Jambu Menyapamu

Aktivis mahasiswa juga manusia. Selayaknya manusia, mereka memiliki perasaan dan perasaan ingin memiliki. Sama, tiada bedanya. Yang berbeda hanya penyikapan atas fitrah perasaan yang kadang menggelayut mesra waktu menuju pembaringan tiba.

VMJ a.k.a Virus Merah Jambu adalah bahasan yang paling menarik untuk dibahas ketika waktu 'melingkar' tiba. Setidaknya, sependek pengamatan saya ketika berada dalam lingkaran bersama teman-teman kemudian membahas tema yang mengenainya, maka pembahasan akan lebih ramai dan antusias dari biasanya. Tidak percaya? Coba saja. Tapi, ijin dulu pada teteh/mbak/akang/abang/kakak mentornya, ya. Hehe.

Seperti virus yang dapat menyerang siapa saja, virus ini juga bekerja dengan cara yang sama. Ia bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Tanpa pilih-pilih orangnya tanpa bisa diduga kedatangannya. Mungkin, di dunia ini hanya ada dua manusia yang mampu membuat virus ini meuntal dan tak mampu menginfeksi sama sekali. Merekalah: Sayyidina Ali RA dan Sayyidatina Fatimah RA. Yang mampu menjaga fitrahnya dengan sangat rahasia, hingga setanpun luput tak dapat mengetahuinya, hingga tiba masa Allaah perkenankan mereka untuk merayakan cinta. Masyaa Allaah.

Virus ini merupakan bahaya laten untuk kehidupan aktivis mahasiswa. Betapa tidak, apabila seorang mahasiswa sudah terkena atau bahkan terinfeksi virus ini mereka bisa saja gelap mata. Masa? Iya! Makanya jangan pernah coba-coba memancing kedatangannya, ya. Hehe. Ya, seperti yang kita tahu seorang bijak pernah berkata: "janganlah pernah engkau menasehati orang yang sedang jatuh cinta, karena itu sia-sia saja." Sebenar apapun kebenaran yang kita sampaikan, tidak akan berarti apa-apa untuknya karena hatinya sedang tertutup pada selain orang yang dicintainya, kecuali Allaah memberi kembali cahaya-Nya. Di sinilah, ujian sedang berlangsung pada perasaannya. Ujian perasaan.

Hati-hati, virus ini sangat suka dengan orang-orang yang lalai dari mengingat-Nya atau lebih sering kita kenal dengan sebutan 'futur' yaitu suatu kondisi dimana seseorang sedang dalam kondisi ruhiyah* yang tidak bagus. Virus ini sangat lembut sekali, hingga kedatangannya tidak kita sadari, tahu-tahu ternyata ia sudah menyerang dan menginfeksi. Saat kita tanpa sadari kita mulai mengagumi kebaikan ikhwan A atau akhwat Z dan berharap kelak mendapat mahram sepertinya, misalnya. Perlahan tapi pasti. Jika tidak segera diobati, maka ia bisa saja segera menginfeksi dan menggerogoti pertahanan demi pertahanan dalam diri.

Lalu, bagaimana sebaiknya sikap kita ketika mendapat Ujian Perasaan itu? Ketika Virus berwarna merah jambu itu hadir menyapaku?

Well, berikut adalah tips yang dapat saya sarankan kepada kengkawan sekalian. Tips ini berdasarkan pada pengalaman pribadi, hehe, cerita sahabat, kisah teman, buku-buku yang pernah saya baca dan kajian-kajian yang pernah saya ikuti. Check it out!
1. Jangan banyak menyendiri
Ketika Virus Merah Jambu terasa mulai menyerang pertahanan kita, hindari untuk banyak menyendiri, karena ketika kita sendiri biasanya bayangannya semakin menjadi, semakin menggoda iman. Pun, ketikapun keadaan memaksa kita untuk menyendiri dan bayangannya mulai menghampiri, segera alihkan perhatian, lakukan hal-hal produktif yang dapat menyibukan pikiran maupun fisik kita.

2. Jangan semakin memperparah infeksi virus merah jambu
Sudah fitrahnya ketika perasaan itu hadir menyapa, rasa-rasanya selalu ingin menyebut-menyebut namanya, telinga menjadi lebih peka ketika mendengar orang lain menyebut namanya, ingin selalu mengetahui kabarnya. Iya, kan? Biasanya untuk memenuhi rasa itu kita mulai sering stalking media sosialnya, curi-curi tanya ketika ada 'forum' yang membahas profilnya, googling segala sesuatu tentangnya. Bukan begitu? Nah, ini juga berbahaya, karena apabila hal-hal tersebut dilakukan maka akan semakin memperparah kondisi kita. Yang bisa kita lakukam saat itu juga adalah berhenti. Berhenti. Berhenti.

3. Cek kembali amalan-amalan harian, setidaknya selama sepekan
Ini adalah hal yang sangat penting dan krusial untuk dilakukan. Karena, bagaimanapun amalanmu akan sangat mempengaruhi aktivitasmu, perasaanmu, semangatmu dan bahkan seluruh aspek kehidupanmu. Coba cek kembali bagaimana:

Shalat Wajibmu. Apakah sudah tepat waktu? Apakah sudah khusyuk? Berjamaah atau masih sering ketinggalan kah?
Sebagiamana telah kita semua tahu bahwa amalan pertama yang akan dihisab nanti adalah shalat kita. Sehingga secara implisit kita diberitahukan ketika ada sesuatu yang tidak beres dalam kehidupan kita, kita harus menghisab dan mengecek kembali bagaimana shalat kita. So, jagalah shalatmu dan biarkan shalat menjagamu.

Tilawahmu. Apakah sudah rutin? Apakah sudah membaca maknanya juga? Apakah sudah mentadaburinya? Ataukah setiap hari terlewat begitu saja tanpa tilawah?
Mengapa tilawah itu penting? Di antaranya karena di sana (Al-Qur'an) merupakan sumber cahaya sekaligus obat dari segala penyakit. Dengan membacanya segala kegelisahan perasaan kita akan terlenyaplan dan kita juga akan mendapatkan pencerahan. Sebagaimana Allaah berfirman dalam kitab-Nya, yang artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yairu Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuataan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allaah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain) Dan Allaah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Ankabuut: 45).

Kemudian cek juga amalan lainnya seperti shalat sunnah rawatib, dzikir pagi dan petang serta sunnah nafilah lainnya.

4. Perbanyak shalat malam
Shalat di sepertiga malam atau sering disebut Qiyamullail merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan mengingat banyak sekali manfaat yang akan kita rasakan. Ketika virus merah jambu itu menyerangmu dengan ganas sehingga hatimu sudah tak dapat lagi kamu kendalikan, maka dirikan shalat malam, dan mintalah kepada Pemilik Hati agar 'bolong' yang ada dihatimu itu di'tambal'-Nya, disembuhkan dari sakitnya. Atau, mintalah agar hatimu yang sudah kadung kotor itu agar digantikan-Nya dengan hati yang baru. Hati yang bersih, hati yang baik, sehingga dengan hati itu bersih dan baiklah segala niatan kita, segala perihidup kita, segala perbuatan hidup kita di dunia.

5. Perbanyak Shaum Sunnah
Ketika hati sudah terlanjur terinfeksi, ketika pandangan tak dapat lagi ditundukkan dan pikiran begitu liar berangan. Maka, berpuasalah. Perbanyaklah shaum sunnah. Apakah itu shaum sunnah tiga hari di pertengahan bulan hijriyah (ayyamul bidh), shaum senin-kamis atau bahkan shaum Daud: satu hari berpuasa, satu hari berbuka. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang kadung punya rasa, ingin menyalurkan melalui cara yang halal a.k.a menikah belum bisa sementara gejolak semakin menbuncah dada. Sabar dan terus berpuasa, dengan puasa, in syaa Allaah, akan dapat meredam gejolak yang membara.

6. Lakukan 'pengentalan' diri
Ketika diri sudah berusaha sekian rupa untuk tidak terserang virus merah jambu yang lebih parah lagi, sementara kondisi memaksa untuk tetap melakukan interaksi karena kepentingan yang lain. Maka, bersabarlah dan minta tolong pada-Nya agar diri tetap terjaga dan bisa juga dengan melakukan 'pengentalan' diri. Apa itu pengentalan diri? Adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk selalu terkoneksi dengan Rabb-Nya. Ijinkan saya memberikan sebuah kisah yang saya dapatkan dari teman saya. Terkisah ada seorang aktivis mahasiswa yang luar biasa menjaga diri, kemampuannya dalam memimpin membuatnya terpilih sebagai pimpinan tertinggi organisasi. Selayaknya pimpinan yang mesti ada yang mengagumi, ia pun sama, banyak perempuan yang nge-fans padanya, mana ia ganteng pula. Alhamdulillahnya, ia pandai menjaga dirinya. Tak ada yang ia biarkan memasuki hatinya, hatinya ia jaga untuk seseoranh yang Allaah takdirkan untuk menjaga mahramnya. Namun begitulah, godaan semakin hari semakin menjadi. Hingga ia merasa takut sekali hatinya akan ternodai. Sambil memohon pertolongan ia shalat sunnah dhuha di sekretariat organisasi pimpinannya, dan ia merasa tenang setelah shalat dan terkoneksi langsung dengan Rabb-Nya. Dari sana ia berniat untuk melakukan shalat setiap kali ia mulai merasakan ada yang hendak menyelusupi hati. Shalat mutlak. Itulah metode yang ia pilih untuk pengentalan diri.

7. Langkah Berani: Segera nikahi atau menawarkan diri
Well, ketika rasa itu menyapa dan kemampuan (ilmu, mental, finansial dan restu orang tua) sudah ada, maka ambilah tindakan segera agar tidak lama bergelimang dosa dan segera berganti dengan pahala. Datangi walinya dan Nikahi ia apabila kamu ikhwan. Tawarkan diri melalui perantara yang dapat dipercaya apabila kamu ahkwat. Tapi, dengan catatan lakukan semuanya sesuai dengan yang disyariatkan dan no khalwat** untill akad.

Semoga sederhana.

˙˙˙

* bagian diri manusia: berkenaan dengan jiwa, hati.
** berinteraksi, berdua-duaan tanpa mahram.

Perasaan adalah fitrah. Bagaimana kita menyikapi dan mengelolanyalah yang akan menentukan apakah itu menjadi anugerah atau malah musibah.

—esn—